by

Ketua HKTI Jambi ‘Nyalon’ Gubernur 2020 Lewat PKB

JAMBI (HJ) — Bakal calon Gubernur Jambi Drs H Usman Ermulan, MM sekaligus sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jambi terus melebarkan sayapnya.

Kali ini, untuk mendapatkan dukungan partai, ia kembali mengikuti penjaringan bakal calon gubernur di DPW PKB Provinsi Jambi, Rabu (6/11/2019).

Mantan Bupati Tanjabbar dua priode ini tiba di DPW PKB Jambi bersama rombongan yang disambut langsung oleh Sektretaris DPW PKB guna untuk mengembalikan berkas formulir calon gubernur.

Usman berharap dukungan dari PKB bisa diberikan, karena sebelumnya Usman mengaku memiliki nostalgia bersama PKB pada saat dirinya menjabat sebagai Bupati Tanjabbar dua priode.

“Suksesnya saya menjadi bupati dua priode di tanjabbar tidak terlepas dari dukungan PKB, saya harap dukungan itu kembali ditunjukkan untuk lebih tinggi lagi sebagai calon gubernur,” harapnya.

Kemudian, mantan DPR RI tiga periode ini mengaku dirinya maju sebagai calon Gubernur Jambi 2020 karena panggilan jiwa, dia melihat saat ini terjadinya kesenjangan kesejahteraan ditengah masyarakat.

Maka dari itu, kata dia, dengan panggilan jiwa tersebut bertekad untuk membangun arah ekonomi rakyat lebih baik lagi kedepannya, melalui peningkatan hasil pertanian dan berbagai sektor lainnya.

Sebab, Provinsi Jambi mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, diantaranya sebagian besar sebagai petani sawit dan karet, namun hingga saat ini harganya terus mengalami penurunan.

“Jika kita biarkan kondisi perekonomian kita saat ini, lama kelamaan kebun petani pun habis terjual karena mau makan, karena harganya terus mengalami penurunan,” bebernya.

Namun katanya, banyak langkah untuk mengatasi keterpurukan harga tersebut, dan tidak ketergantungan kepada crumb rubber seperti saat ini.

“Kita bisa produksi sendiri, tidak ketergantungan pada penjualan crumb rubber, kita bisa bangun hilirisasi karet, vulkanalisir serta menjadikan karet sebagai bahan campuran aspal,” tukasnya.

Tidak hanya itu, Usman juga berjanji jika pada Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) nanti mendapat mandat dari rakyat, maka akan memberikan honor bagi pengurus masjid, imam masjid serta guru ngaji antar magrib dan isya.

Meski katanya, bahwa para pengurus masjid, guru ngaji dan imam masjid tidak meminta, tetapi itu sebagai dedikasi dan tanggungjawab seorang pemimpin.

“Semasa saya jadi bupati saat itu kita anggarkan honor bagi guru ngaji, pengurus masjid dan imam masjid. Bahkan kita juga saat itu kita juga siapkan duit santunan bagi warga yang meninggal dunia,” katanya. (Bud)

Facebook Comments

News Feed