by

Polisi Periksa Laporan Dugaan Rekayasa Kasus Novel Baswedan

JAKARTA (HJ) – Pihak kepolisian telah menerima laporan soal dugaan rekayasa dalam kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Agro Yuwono mengatakan, laporan tersebut diterima dari politikus PDIP Dewi Tanjung kemarin sore.

Kendati demikian, Agro menyebut polisi kini masih mempelajari lebih dulu terkait laporan tersebut.

“Laporannya sudah masuk dan kita sedang pelajari, kita lakukan penyelidikan,” ujar Argo, Kamis (7/11).

Seperti diketahui, Dewi melaporkan dugaan rekayasa penyiraman air keras ke Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Laporan Dewi tersebut tercatat dengan nomor: LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Dalam laporannya, Dewi melaporkan Novel melakukan pelanggaran Pasal 26 ayat (2) juncto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Dewi mengaku sengaja melaporkan Novel ke polisi karena curiga penyiraman air keras yang terjadi pada April 2017 silam itu hanya rekayasa Novel.

Politikus PDIP tersebut menilai banyak yang janggal atas penyiraman air keras terhadap Novel tersebut.

Di antaranya, soal letak perban Novel yang dililitkan pada bagian kepala dan hidung ketika dirawat di RS Mitra Keluarga, Jakarta Utara. “Kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan,” ujarnya Dewi di Polda Metro Jaya.

Selain itu ia juga mempertanyakan kondisi kulit wajah Novel yang disebutnya masih mulus setelah disiram air keras orang tak dikenal.

“Kesiram air panas aja itu pun akan cacat, apalagi air keras,” tutur Dewi.

Mengenai rekaman video pengawas (CCTV) Dewi menduga insiden itu direkayasa lantaran reaksi Novel ketika disiram air keras kurang terlihat kesakitan.

“Orang kalau sakit itu tersiram air panas [saja] reaksinya tidak berdiri, tapi akan terduduk jatuh terguling-guling,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan Novel jelas merupakan korban penyiraman air keras.

Hal itu dibuktikan dari perawatan yang dijalani Novel di sejumlah rumah sakit, misalnya di Singapura, dan hasil pemeriksaan tim gabungan Polri yang telah rampung bekerja beberapa bulan lalu.

Sedangkan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto mengklaim pelaporan Novel ke polisi merupakan sikap pribadi Dewi dan tak memiliki keterkaitan dengan PDIP.

Sumber: CNN Indonesia

Facebook Comments

News Feed