by

Sampaikan Kondisi Pertanian Jambi, Usman Ermulan Minta Kementan Atasi Anjloknya Harga Karet

JAMBI (HJ) — Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Usman Ermulan menyampaikan langsung kondisi pertanian di wilayah Jambi yang kian terpuruk kepada pihak Kementerian Pertanian (Kementan) RI dalam momen Rapat Kerja (Raker) HKTI di Jakarta, Sabtu (9/11) lalu.

Dalam rapat tersebut, mantan DPR RI tiga priode dari Jambi itu meminta agar Kementan memulihkan harga komoditi karet yang saat ini kian merosot.

“Kepada Dirjen Ketahanan pangan yang hadir saya bilang kondisi pertanian di Jambi, kita minta bagaimana upaya dari kementerian untuk mengatasi harga karet di Jambi yang kian merosot, karena saat ini harganya tidak lebih Rp.6.0000 per kilogram,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (10/11).

Tidak hanya itu, Mantan Bupati Tanjabbar dua periode ini juga berharap ada pembenahan tataniaga komoditi perkebunan dari sisi penjualan.

Menurutnya, tataniaga karet dan
karena menurutnya saat ini tataniaga karet dan sawit di Jambi terlalu panjang sehingga merugikan petani.

“Tataniaga-nya perlu diperbaiki, sehingga harga tidak lagi ditekan. Maka akibat dari itu petani yang menanggungnya, karena prakteknya saat ini yang terjadi seperti itu,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut Usman mengaku juga sempat berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Syofyan Djalil membahas soal legalitas lagan yang dimiliki petani.

Ia menilai, saat ini sebagian besar petani di Jambi belum memilik legalitas yang diakui oleh negara secara undang-undang.

Kata dia, hal itu merulakan salah satu kendala bagi petani, di samping masalah permodalan untuk mengembangkan usaha budidaya pertanian.

Kendati demikian, kata Usman, ada kabar baik dari pemerintah, bahwa diakhir masa jabatan presiden mentargetkan semua tanah milik rakyat sudah terdaftar sebagai pemilik sertifikat.

“Karena proses pengurusan pembuatan sertifikat saat ini sudah sistem online. Setelah bersertifikat pak menteri berpesan kepada rakyat untuk menjaga tanahnya, karena BPN tidak punya tenaga untuk menjaga tanah tersebut,” demikian Usman. (Budi)

Facebook Comments

News Feed