by

Evaluasi Penangan Karhuta, Korem 042/Gapu Gelar FGD Bersama Pihak Terkait

JAMBI (HJ) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi beberapa bulan lalu, menjadi perhatian serius bagi Dansatgas Kolonel Arh Elfhis Rudy.

Hal itu diungkap Elfhis Rudy saat menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Jajaran TNI Korem 042/Gapu, Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni serta pihak perusahaan, sejumlah mahasiswa dan berbagai element masyarakat.

Dalam diskusi, Elfhis Rudy sekaligus Danrem 042/Gapu tersebut membahas tentang pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Selain itu, dia juga turut meminta peran serta seluruh dinas atau instansi terkait bersama elemen masyarakat dalam penanganan Karhutla tersebut.

Harapannya, dengan itu diharapkan dapat  menurunkan potensi Karhutla pada tahun depan.

“Diharapkan terciptanya kesadaran, keamanan di Masyarakat serta dapat mengetahui dan memahami bagaimana prosedur penanganan, juga mengerti dampak yang disebabkan dari kejadian Karhutla,” ujarnya, Senin (2/12/2019).

Diakui Dansatgas, wilayah Indonesia khususnya Jambi memang mengalami musim kemarau panjang di tahun 2019 ini.

Akibatnya, kekeringan yang memicu Karhutla pun tak terelakkan. Namun, untuk tahun 2020 diprediksikan tidak ada Elnino kuat.

“Kabar baik, tahun depan tidak ada Elnino kuat dan bersifat netral. Tapi tetap ada kemarau di bulan Juni sampai September,” kata dia.

Pada kesempatan itu, FGD tersebut juga membahas tentang penanganan dan pencegahan Karhutla dengan cepat. Hal ini bertujuan untuk mengatasi Karhutla di masa yang akan datang.

“Karhutla ini lebih menonjol dari bencana alam seperti longsor, banjir dan lainnya,” tambahnya.

Selain itu, Elfhis mengatakan tanggung jawab penanggulangan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat mampu mengatasi Karhutla dengan baik.

“Kalau tidak ada koordinasi yang baik, Karhutla sulit untuk di atasi. Intinya adalah koordinasi,” tandasnya. (Budi)

Facebook Comments

News Feed